Lsm Lantai Resmi laporkan dugaan korupsi DD Desa Ngesti Karya dan Sumber Marga.

LAMPUNG TIMUR (Lantainews) -Senin (29/07/2019) Ketua DPD LSM Lantai Lampung Timur (Firdaus.Np) didampingi 2 anggota Lsm Lantai, Ismail Saleh (Raja Niti) dan Nurkholis, mendatangi Kejaksaan Negeri Lampung Timur di Sukadana, kedatangan ketiga aktifis anti korupsi kabupaten Lampung Timur ini dalam rangka menyampaikan Laporan Resmi dugaan tindak pidana korupsi dana PUAP di Gapoktan Tunas Harapan desa Sumber rejo Kecamatan Waway karya, dan dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa tahun 2018 di desa Sumbermarga Kecamatan Way Jepara serta Desa Ngesti karya Kecamatan Wawai Karya.

“Ada 3 (tiga) laporan yang kami sampaikan resmi ke Kejari, dugaan penggelapan dana PUAP Gapoktan Tunas Harapan desa Sumber rejo, dan mark up upah pekerja, material pengadaan barang dan jasa fiktip dan bangunan asal jadi di Desa Sumbermarga Kecamatan Way jepara, dan Ngesti karya Kecamatan Waway karya”, jawab Firdaus Np saat ditanya agendanya mendatangi Kejari Lampung Timur.

“Semua sudah kami serahkan dan diterima diKejari, lengkap dengan bukti -bukti yang mendukung laporan kami, ada poto copy APBdes tahun 2018, pernyataan pekerja, photo dan video hasil investigasi, dan menurut kami sudah cukup untuk menjadi bukti permulaan untuk dilakukan penyelidikan, begitu juga bukti dan rekaman video dan pernyataan warga mengenai penggelapan dana PUAP di gapoktan Tunas harapan yang sejak 2013 tidak pernah disalurkan lagi ke petani, saya yakin bisa dinaikkan ke taraf penyidikan, mudah-mudahan, karena yang berhak menentukan pihak penyidik, jadi kita tunggu saja hasilnya”, tambahnya.

Menurut beliau semua laporan itu sudah disampaikan ke inspektorat kabupaten Lampung Timur sejak februari 2019 dan sampai saat ini tidak ada perkembangan hasil pemeriksaan laporan dari LSM Lantai. “Ada 13 desa yang kami laporkan tentang dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa dan lainnya, tapi nggak ada tindak lanjut yang berarti, bahkan kami sempat diBAP di Inspektorat dan yang di tanyakan justru legalitas LSM Lantai, dan kamipun menunjukan semua, mulai dari badan hukum, Domisili, SK pengukuhan pengurus, TDR kesbangpol dan tetek bengek lainya, tapi nyatanya tidak ada pemberitahuan apapun menyangkut perkembangan hasil pemeriksaan laporan kami, hingga kini nyaris hilang tertelan angin”, ujar Firdaus Np sambil tertawa lirih.

Beliaupun menyampaikan bahwa setelah salah satu anggotanya melakukan kordinasi dengan Aspidsus Kajati Lampung bapak Andi, dan beliau menyarankan agar semua laporan tersebut disampaikan Resmi ke Kejari Lampung Timur, ahirnya secara bertahap Laporan itu akan di sampaikan ke Kejari, “tiga laporan dulu, selanjutnya dugaan tindak pidana korupsi didesa Sidomulyo sekampung, desa Bauh Gunungsari sekampung udik, desa Jembrana dan Sumber rejo Wawai Karya. Braja Fajar Way Jepara, Taman Cari dan Taman bogo kecamatan purbolinggo dan pungli PTSL desa labuhan Ratu VII dan lainya secara bertahap akan diserahkan biar tidak bertumpuk”, ujar Firdaus.

Beliau juga berterimakasih atas tanggapan pihak kejaksaan saat menerima Laporan resmi dari Lsm Lantai. Dan berharap pihak kejari dapat bekerja Profesional dan menegakkan hukum dengan tegas dan tampa pandang bulu.

Sementara Pihak kejaksaan Negeri Lampung timur melalui Kasi pidsus Ahmad Rafliansah pasra menyampaikan, rasa terima kasih atas kunjungan rekan-rekan LSM, pertemuan kita adalah awal dalam membuka dan membangun sebuah hubungan.” Semua laporan rekan-rekan akan segera kami tidak lanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku”, ujar kasi pidsus singkat.

Semoga pertemuan ini merupakan awal dari kerjasama dan sinergitas antara LSM dan penegak hukum sebagai upaya dalam memberantas tindakan KKN serta sebagai wujud nyata keikutsertaan dalam membangun Kabupaten Lampung Timur.

84 views

Leave a Comment