Spj Dana Desa Adiwarno Kec.Batanghari Tahun 2018, ditenggarai sarat korupsi.

Lampung Timur (LantaiNews)-Lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan di Desa yang dibiayai dari Dana Desa yang meliputi bidang pembangunan,pemerintahan,pemberdayaan dan kegiatan lainnya,membuka celah bagi Kepala Desa untuk mencari keuntungan pribadi dari pelaksanaan kegiatan Di Desa. Disamping Penegakan Hukum yang tidak memberikan Rasa keadilan dan tebang pilih dalam pelaksanaannya.Aparat Hukum terkesan membiarkan penyimpangan yang terjadi di Desa, dan lebih menyarankan konpromi dalam tanda kutip, menyikapi laporan yabg disampaikan oleh Aktivis anti korupsi diLampung Timur Khususnya, sehingga Oknum Kepala Desa Nakal, yang bermental koruptor semakin nyaman dalam mengeruk keuntungan Dari kegiatan Di desa Yang bersumber dari dana APBN dan APBD.

Kepala Desa Adiwarno kecamatan Batanghari contohnya, disambangi di kediamannya oleh awak media LantaiNews, (Selasa 28/12/2019).dengan Santai beliau mengutarakan keengganannya menjawab konfirmasi menyangkut pelaksanaan kegiatan yang menggunakan Dana Desa untuk membiayainya, dengan alasan Lupa dan tidak punya salinan APBdes, Gunaryo kepala Desa Adiwarno enggan menjawab pertanyaan yang diarahkan kepadanya menyangkut kegiatan, dan sibuk menawarkan sejumlah uang agar konfirmasi tidak dilanjutkan”(minta tolong,kitakan sudah saling kenal, ini ada sejuta buat kalian, ini sudah banyak,kalau yang lain cuma saya kasih seratus ribu”ujarnya.
Padahal berkali-kali dijelaskan bahwa keperluan kami adalah untuk konfirmasi tentang adanya kejanggalan yang ada di Spj Dana Desa dibeberapa item yang dari hasil konfirmasi yang dilakukan pada penerima insentip, kegiatan pemberian makanan tambahan, upah pekerja, material dan lainya tang diduga difiktifkan dan digelembungkan.
Saat kami minta lagi penjelasannya beliau mulai menjawab bahwa untuk kegiatan makanan tambahan diposyandu untuk Batita,mereka diberi Susu yakult, dan makanan lainnya.
Dan saat ditanya apakah balita boleh diberi produg prementasi susu yakult beliaupun tidak menjawab, dan cuma meminta agar kami tidak konfirmasi, “kan kalian berdua kenal baik dengan Saya, ga usah konfirmasi, silahturahmi saja”ujarnya dengan mimik muka bingung.
Sebenarnya banyak temuan dilapangan yang ingin dikonfirmasi ke Gunaryo, mengingat apa yang di jelaskan beliau sangat berbeda dengan keterangan pelaksana dilapangan, namun beliau selalu mengelak menjawab dengan berbagai alasan.

Penelusuran kami ke Kader kesehatan didesa Adiwarno, kegiatan ini tidak berjalan, pemberian makanan tambahan diberikan berupa bubur, dan dibuat sendiri oleh kader kesehatan tampa anggaran dari desa, begitupun Insentip kader, guru paud dan tk,puskesdes diduga digelembungkan. Kegiatan pembangunan pun sama, Hok, material dan pelaksanaannyapun tidak sesuai dengan Rab.
Ini menguatkan indikasi korupsi di Desa Adiwarno yang diduga dilakukan Kepala Desa dan kroni – kroninya. (tim)

1.834 views

Leave a Comment