Tidak mau disuap. LSM Lantai kembalikan Amplop Yang di Berikan Kades RABALA II.

Lampung Timur (LantaiNews) – Firdaus.NP SekJen DPP Perkumpulan Lingkaran Analisis Transparansi Indonesia (Lantai) yang dalam jumpa Pers di Kantor Sekretariat DPP Lantai diKecamatan Sekampung, didampingi ketua DPP dan pengurus NGO Lantai menyampakan rasa kecewanya menyikapi sikap Kepala Desa RABALA II (JUMADi) yang berupaya melakukan Suap ke Tim investigasi NGO Lantai.

Dalam keterangan persnya Sabtu (04/01/2020,Firdaus menyampaikan awalnya beliau telepon ke no HP Jumadi untuk meminta waktu bertemu guna konfirmasi dan klarfikasi sehubungan adanya dugaan korupsi dalam pengspjan kegiatan pemberdayaan Masyarakat Dan kegiatan pembangunan Desa Rabala II, Tahun 2018dan 2019.dan meminta agar bisa bertemu dengan para kader yang di SK kan dan berhak menerima insentip sesuai SPJ Dana Desa Rabala II. Dan ahirnya ditanggapi Kepala Desa Rabala II
Dengan mengundang Tim investigasi NGO Lantai ke Rumahnya Jumat (03/01/2020).

Masih menurut Firdaus,NP,Dalam pertemuan tersebut tim berbincang santai sambil menanyakan kapan sekiranya Tim bisa bertemu dengan Kader dan perangkat Desa lainnya sehubungan dalam pertemuan tersebut tidak ada satupun perangkat Desa dan kader yang hadir untuk bisa dikinfirmasi beberapa hal menyangkut dugaan korupsi di kegiatan pemberdayaan Yang menggunakan Dana Desa untuk pelaksanaannya. Yang belum dijawab kapan kepastiannya oleh Jumadi.
Dan mengingat waktu yang sudah larut malam, tim undur diri, dan saat itulah Jumadi menyelipkan Amplol yang berisi Uang Tunai sebesar Rp 400.000.-diduga dengan uang ini tim investigasi NGO Lantai akan mengurungkan niat melanjutkan penelusuran dugaan korupsi Dana Desa Rajabasa Lama II. Karena sudah diberi Uang suap tersebut.

Murtadho ,SE,ketua umum NGO Lantai begitu mendapat laporan tentang dugaan tindak penyuapan yang dilakukan Kepala Desa Rabala II,bereaksi keras dan menginstruksikan agar segera mengembalikan Uang tersebut. “itu pelecehan terhadap organisasi, dan itu sangat melukai Harga diri dan citra organisasi, dan sangat menodai etika dan norma hukum, juga penghinaan terhadap kinerja NGO Lantai. Kembalikan dan laporkan ke Aparat hukum,biar Kades itu tahu,NGO Lantai tidak terima Suap, dan Tulus berkerja membantu Masyarakat baik dalam Hukum, sosial dan keagamaan. Bukan organisasi yang begitu terima uang mengabaikan Tugas dan pringsip keadilan”pungkasnya
(W, afr/Tim)

1.439 views

Leave a Comment