Modus Hibah,Gunaryo kades Adiwarno diduga Rampas tanah warga Rejo Agung.

Batanghari (LantaiNews) – Puluhan warga Rejo Agung kecamatan BatangAhari kabupaten Lampung Timur menjadi korban perampasan Tanah mereka yang berlokasi Di Desa Adiwarno kecamatan Batanghari kabupaten Lampung Timur. Dimana Tanah tersebut sedang dalam proses pendataaan Tanah yang terkena dampak genangan air akibat dibangunnya bendungan Margatiga. Dan sedang dihitung nilai Ganti ruginya oleh pihak Balai Besar Sungai Mesuji -Sekampung.

Hal ini terkuak saat warga Desa Rejo Agung berinisal AT menyampaikan via wa tentang keluhan warga Rejo Agung yang merasa terzolimi dengan tingkah kades Adiwarno (Gunaryo-red,)  yang dengan sewenang -wenang merampas tanah warga yang terkena dampak genangan air Bendungan Margatiga. (Jumat 03/01/2020).menurut AT warga tidak berani melapor karena adanya ancaman dari Kades Adiwarno.
AT yang langsung bertemu dengan awak media LantaiNews bersama perwakilan warga lainnya disalah satu Rumah makan padang samping Polres kota Metro membeberkan dengan terperinci kronologis perampasan tanah warga oleh Gunaryo dan kroni-kroninya. “awalnya Warga Rejo Agung yang punya Tanah diAdiwarno disepanjang DAS Sekampung, dikumpulkan di Rumah Kepala Desa Rejo Agung (Sugino-red),yang dihadiri Kepala Desa dan perangkat Desa Adiwarno dan Rejo Agung sekira bulan Oktober 2019. Dalam pertemuan tersebut disampaikan informasi dari Balai Besar Sungai mesuji -Sekampung tentang adanya Tanah disekitaran Das Sekampung yang akan terkena dampak genangan air akibat dibangunnya Bendungan Margatiga, untuk itu pemerintah akan memberi ganti rugi kepada warga yang tanahnya terkena dampak,khusus bagi yang sudah terdata dan memiliki Akte jual beli Tanah, maka warga diminta segera mengurus Ajb tanahnya ke kepala Desa Adi warno dengan biaya sebesar Rp 850.000.-, dan yang tidak memiliki Ajb tidak akan diberi ganti rugi oleh Negara. “Terang AT ke Awak media LantaiNews.com.
“dan syarat utama untuk mengurus Ajb adalah warga harus bersedia membuat komitmen dengan Kades Adiwarno untuk dipotong 25%luas tanahnya untuk dihibahkan dengan dalih untuk bangun Desa Adiwarno, dan jika tidak bersedia maka Desa Kades Adiwarno tidak akan mau memberikan Sporadik dan Surat keterangan Tanah untuk membuat Ajb,hingga Tanahnya tidak akan mendapat ganti Rugi dari Negara. Dan wargapun di ancam tidak boleh bicara atau menyampaikan kepihak luar tentang pemotongan luas tanah tersebut. Dan saat Balai besar bersama muspika datang mensosialisasikan ganti rugi rugi Tanah ,warga dilarang menyampaikan mengenai pemotongan luas tanah tersebut dalam pertemuan tersebut, karena takut bermasalah dan tidak bisa membuat Ajb warga mengikuti syarat yang diminta Kades Adiwarno dan kroni-kroninya.”tambahnya.
Saat kami mendatangi Desa Rejo agung Sabtu (04/01/2020) dan bertemu warga lainya, mereka membenarkan hal Tersebut “ya pak itu udah rame dibicarakan disini, tapi biar jelas sampeyan tanya ke pak Kades Sugino aja, biar lebih jelas “ujar pianto alias kuntri.
Dan saat kami konfirmasi ke sekdes desa Rejo Agung (Yono-red) , beliau terkesan menutupi, “saya belum pernah dengar masalah pemotongan itu, dan ga pernah ada rapat masalah itu”kilahnya.
kamipun menanyakan mengenai isyu kongkalikong antara Kepala Desa Adi warno dan kepala desa rejo agung dengan porsi 20 % untuk Kades Adiwarno dan perangkatnya,5 % untuk Kepala Desa Rejo Agung dan perangkatnya, beliau menjawab tidak tahu,dan menyuruh kami bertanya langsung ke Sugino, kades Rejo Agung yang langsung ditelepon beliau dan sudah menunggu kami dirumahnya, namun saat kami sampai kerumah Sugino kades Rejo agung ,hanya Ada Anak lelakinya yang menemui kami dan mengatakan Bapaknya tidak ada dirumah, sehingga sampai berita ini dirilis, kami gagal mengkonfirmasi beliau.
Sementara saat kami mendatangi salah satu perangkat Desa Adiwarno, yang mengurus Ajb Warga Desa rejoagung yang tanahnya terkena dampak genangan air Bendungan Margatiga, dan mewanti-wanti agar namanya tidak dipublikasikan,beliau dengan gamblang memaparkan “benar pak memang saya yang diperintah Kepala Desa Adiwarno (Gunaryo) untuk melakukan pengukuran dan mengurus AJB warga Rejo Agung, yang tanahnya terkena dampak bendungan dan berlokasi diDusun Saya, kalau yang kordinir di desa rejo Agung namanya Andre, jumlahnya sekitar kurang lebih 60 bidang,kalau total luasnya saya lupa, dan itu bukan dipotong luasnya, tapi itu komitmen atau kesepakatan Kepala Desa Adiwarno dengan warga Rejo Agung, kalau bunyi dan kapan mereka sepakat atau berita acara kesepakatannya saya belum pernah baca, dan lihat, dasar saya bekerja ya perintah pak kades,untuk melayani warga yang mau mengurus Ajb, dan sesuai komitmen dihibahkan ke Desa sebanyak 25 % dari luas tanah masing-masing, dan itu bukan dipotong tapi dihibahkan sesuai kesepakatan. Dan kapasitas saya hanya melaksanakan perintah untuk mengukur dan mengurus Ajbnya, kan sudah tugas saya melayani kepentingan warga, dan perintah pak kades untuk memangkas luasnya sebagaimana komitmen warga denga pak kades, Sebesar 25 % dari luas tanahnya” ujarnya
Beliaupun menolak tegas jika itu dikatakan adanya pemaksaan,tekanan atau intimidasi seperti yang disampaikan warga Rejo Agung. “Itu kesepakatan hibah pak bukan pemotongan”tegas beliau.
Kepala Desa Adiwarno saat dihubungi via Handphone mengaku sedang kondangan,dan mempermasalahkan kenapa ada berita menyangkut DD Desa Adiwarno yang diduga dikorupsi dimedia LantaiNews, dan disaat ditanya kesediaannya untuk ketemu untuk konfirmasi masalah ini, beliau tidak menjawab bahkan langsung mematikan ponselnya. Hingga kami gagal menemuinya guna konfirmasi masalah ini.
Firdaus.Np,aktivis anti korupsi yang juga sekjen NGO  Perkumpulan Lingkaran Analisis Transparansi Indonesia (LANTAI) berjanji ke warga akan mengupayakan pendampingan Hukum kewarga yang tanahnya dirampas oleh Kepala Desa Adiwarno dan kroni – kroninya, dan melaporkan perampasan tanah warga ini ke Aparat hukum agar dapat ditindak sesuai Hukum yang berlaku, “ini bentuk penyalahgunaan jabatan kepala desa, yang telah menzholimi warga dengan cara busuk serta melawan hukum”ujarnya singkat.(Edo/tim)
2.199 views

Leave a Comment