PT .Alwaled digunakan AL dan HD diduga Belum miliki ijin transporter pengolahan di Palembang

BANTEN-Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Banten menangkap satu unit kendaraan bahan bakar minyak (BBM) ilegal diduga jenis solar dan dua orang transporter di Cilegon, Provinsi Banten.
Kedua terduga transporter tersebut, AF dan AL diamankan petugas Polda Banten sekira pukul 19:30 WIB saat dalam perjalanan, tepatnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulo, Merak, Banten.

Dikutip dari media globalnews.Menurut keterangan AL, dalam (Berita Acara Penyidikan) melalui kuasa hukumnya menjelaskan, kronologi bermula saat H memesan BBM (diduga minyak mentah ) yang berasal dari Gudang Alwaled diketahui berlokasi di Palembang.

Kemudian, H menyiapkan dana melalui AL senilai 50 juta rupiah, untuk diserahkan kepada AD alias I dan R , yang sepengetahuan AL adalah perwakilan dari Alwaled. Karena selama ini sudah beberapa kali pengiriman surat jalan didapat dari saudara AD alias I dan mengaku sebagai Manager PT Alwaled Jaya perkasa,” Ungkap AA selaku kuasa Hukum AL saat dikonfirmasi Wartawan, Selasa (21/1/2020) pagi.ungkap edi

Saat media resolusinews. mencoba mengorek keterangan dari beberapa narasumber”AL dan H rekan bisnisnya .keduanya berperan penting dalam pendanaan pemgambilan BBM dari palembang dengan mengunakan bendera PT. Alwaled Jaya perkasa,dengan mengunakan surat BN “selembar surat jalan. untuk menghindarkan pajak Perusahaan. ungkap Syarif melalui via tephone.

Saat dihubungi media resolusinews. “M.Aswin selaku Camat Babat Tomang menjelaskan, PT. Alwaled jaya Perkasa diketahui sudah beroprasi sekitar 1 tahun didesa Beruge yang diketahui notabene adalah wilayah kecamatan babat Tomang menampung
Menampung minyak mentah hasil tambang rakyak dan menyulingnya menjadi berbagai BBM.

PT Awaled jaya perkasa “hingga sampai saat belum memberikan laporan kepada dirinya tentang surat menyurat ijin perusahaannya diduga belum memiliki ijin.

PT Awaled? kayaknya saya belum menerima dari pengurus perusahaannya. Surat menyuratnya kemungkinan belum memiliki ijin. ungkapnya

Terpisah, Kepala Desa Beruge, Syamsuri, menguatkan pernyataan Camat Babat Toman yang mengaku tak mengenal PT Alwaled, Syamsuri justru gerah dengan keberadaan perusahaan tersebut di wilayahnya. Karena, selain tak pernah melaporkan keberadaan perusahaan tersebut di Desa Beruge, berbagai pertanyaan masyarakat desa Beruge terkuat aktivitas PT Alwaled telah membuat dirinya tak bisa tenang dan selalu merasa kawatir jika terjadi sesuatu. Karena selaku kepala desa , apapun yang terjadi dalam wilayah tersebut otomatis menjadi tanggung jawab pemerintahan desa.ujarnya pada awak media

. 23/1/2020.

Sementara” AL yang diketahui warga Bandar Lampung “seorang pengusaha yang sejak lama bermain di bidang BBM di wilayah Lampung”informasi yang didapat AL sebelumnya belum lama ini pernah berusan dengan pihak berwajib diduga perkara BBM ilegal yang sama seperti sedang bergulir Polda Banten. Bunda (riski)

217 views

Leave a Comment