Kades Srimenanti diduga main main dengan Dana Desa, dan menggunakan kegiatan pembangunan Desa dan aset Desa untuk memperkaya Diri.

Bandar Sribhawono, LantaiNews.Com.-Progam pemerintah untuk kemajuan Desa, direalisasikan dengan secara Langgsung menyalurkan Dana Desa Langsung kedesa, dan menyerahkan pengelolaan,dan pertanggungjawaban ke Kepala Desa,sesuai Regulasi yang dibuat ditingkat Pusat dan Daerah, harapannya tentu untuk lebih menyentuh desa tampa melalui birokasi yang berbelat belit, dan diharapkan Desa menjadi Desa Mandiri yang mampu menggali potensi Desanya dan lebih memberdayakan warganya. Dengan meningkatkan kemampuan dan menciptakan Lapangan kerja di Desa, sehingga tercipta kehidupan Masyarakat yang adil, makmur, sejahtera dan berkwalitas.

Namun tidak demikian apa yang dilakukan oleh Sunardi, Kepala Desa Srimenanti kecamatan Bandar Sribhawono kabupaten Lampung Timur,diduga kuat sunardi mengabaikan semua aturan dalam pengelolaan aset Desa,pemerintahan dan keuangan Desa yang tertuang dalam APBDesa,yang mana indikasi begitu jelas terlihat.

Hasil penelusuran di Desa Srimenanti yang dilakukan NGO Lantai dan Awak Media menguatkan dugaan penyimpangan pelaksanaan pengelolaan pemerintahan dan keuangan Desa, sekdes desa Srimenanti menjawab konfirmasi menjelaskan “untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan desa murni dilakukan langsung oleh Kepala Desa, mulai dari pembelanjaan material pembayaran upah pekerja dan hal lain menyangkut Pekerjaan Add, DD dan lainnya ,perangkat desa tidak dilibatkan sama sekali, bahkan salinan APBDesa yang memuat perdes, pendapatan Desa, dan Rab, dan Spj pengelolaan keuangan Desa saya tidak dikasih. Dan untuk pembayaran upah pekerja saya taunya diRab Hok, kalau pelaksanaan Saya tidak paham dan yang tahu cuma kepala Desa”ujarnya.
Disinggung masalah fasilitas Desa Balai Desa yang sering disewakan untuk resepsi pernikahan dan hajatan lain beliau menjawab tidak tahu dikemanakan uang sewanya, “yang pasti bukan untuk Desa,paling perangkat desa dikasih alakadar buat merokok ,sisanya ga tahu buat siapa, “tambahnya.
Sementara Bumdes Desa Srimenantipun tidak berjalan sesuai aturan, Ngatimin ketua Bumdes mengaku hanya dipasang untuk pormalitas, “begitu uang masuk kerekening Bumdes, Saya diminta ambil, dan deserahkan ke pak Nardi “jelasnya singkat

Ditemui dikediamannya beberapa waktu yang lalu, kades Sunardi enggan menjawab dan mengajak bermitra saja,”nanti sy kasih uang minyak bensin dan Rokok juga buat makan”ujarnya.

Firdaus ketua Dpd NGO Lantai,yang ikut dalam investigasi di Desa Srimenanti, memaparkan kuatnya indikasi penyimpangan pengelolaan keuangan dan pemerintahan di Desa Srimenanti, “saat kami datang ke Balai Desa Srimenanti tengah berlangsung persiapan pesta pernikahan, dan saat ditanya sistem penggunaan ternyata Sewa ke pak Nardi, jadi kades ini menyewakan pasilitas desa untuk dan uangnya masuk ke kantong pribadi kades, belum Lagi pembayaran upah pekerja yabg diborongkan, dan material batu yang dipakai bukan dari pembelian tapi dari hasil merampas punya warganya, pembayaran fiktip kader, dan kegiatan desa lainya,bahkan tadi sekertaris Apdesi tlp kades waringin jaya tlp ke sekdes yang ga mau terima adanya bama fiktip dalam kegiatannya.pokoknya kades ini diduga banyak menyimpang, pasti kami tindaklanjuti dengan laporan. “urainya
(Edo/tiem)

1.312 views

Leave a Comment