Kepala sekolah SMP N 1 Wawai Karya  diduga Pungli,modus sumbangan komite. 

Wawai Karya,LantaiNews.com.- Dengan modus Sumbangan Sukarela komite Suhono, Kepala Sekolah SMP N 1 Wawai Karya diduga melakukan Pungli ke Wali Murid sebesar RP 400.000.-.Hal ini terkuak saat wali murid yang merasa keberatan dengan adanya pungutan tersebut meminta  NGO Lantai datang kerumahnya untuk bertemu beberapa Wali murid yang ingin menyampaikan keberatannya dengan adanya Pungutan tersebut.

Ditemui dirumahnya (selasa 03/03/2020) beberapa wali murid SMP N 1 wawai karya menyampaikan keluh kesahnya kepada Tim investigasi NGO Lantai dan awak media “kami heran pak katanya sekolah gratis tapi ko masih saja ada biaya, katanya buat beli komputer karena mau Ujian pake komputer, kata kepala sekolahnya (SUHONO -red) kalau ga mau ya harus bawa masing – masing dari Rumah,ya terpaksa kami bayar daripada harus beli komputer sendiri” ujar wali murid yang enggan namanya dipublikasikan.
Sementara Wali murid lainnya yang berinisial IS menjelaskan kronologis pungutan tersebut, menurutnya awalnya wali murid dikumpulkan dan diberi arahan tentang keperluan komputer disekolah guna pelaksanaan UNBK dan diminta berembuk untuk bisa menbeli komputer, dan ahirnya ketua komite sekolah yang memutuskan untuk meminta siswa membayar sebesar Rp 400.000.- per siswa kelas 7 – 9.untuk keperluan itu. “kami siap buat pernyataan dan jadi saksi jika diperlukan asal ada jaminan anak kami tidak dikucilkan”ujarnya .
Kepala sekolah SMP N 1 Wawai karya sendiri saat kami konfirmasi diKediamannya  (Selasa 03/03/2020) mengakui telah mengutip pungutan Rp 400.000.- persiswa, dan menolak kalau itu disebut pungli, Pasalnya itu merupakan kesepakatan dari komite sekolah, “kalau ini dianggap salah sy siap dihukum dan diberhentikan dari pekerjaan saya”ujarnya.
Beliau jg mengaku menjadi kepala sekolah dari tahun 2018,dan pemerintah pun tidak memberi anggaran untuk pembelian komputer, sedangkan sekolah diwajibkan untuk melaksanakan UNBK, kalau bukan dari Wali Murid dari mana Sekolah menyediakan komputernya,”jadi kalau mau nyalahin ya salahin pemerintah, kenapa harus UNBK, kalau ga ngasih komputer buat Sekolah,pemerintah yang ga tanggung jawab. “tambahnya.
Beliau juga mengaku jadi kepala sekolah tampa nengikuti uji kompetensi Cakep, padahal disini ada dua Guru yang sudah lulus Cakep, tapi mereka ga berani jadi kepala sekolah,”takut menghadapi sampean – sampean (wartawan -red)”jelasnya.
Namun karena waktu itu beliau dipanggil babe (yuliansah,kadis pendidikan kala itu -red) dan diminta menjadi Kepala Sekolah ,ahirnya beliau bersedia jadi kepala sekolah, dan saat beliau bilang ke Babe bahwa beliau belum ikut cakep, dan Babe mengatakan ga masalah walaupun belum ikut Cakep. Beliaupun mantap jadi kepaka sekolah.
Beliau jg mengeluhkan banyaknya masalah waktu awal menjabat peninggalan dari Kepala Sekolah sebelumnya (almh RI),mulai dari dana rehap termin satu yang raib, sampai masalah hutang seragam ke konfeksi yang harus dibayar dengan uang pribadinya,sementara ahli waris almarhum tidak perduli hutang – hutang almarhum RI,
Ahirnya setelah Suhono tlp ke Marsan sekdis pendidikan kabupaten lampung timur, yang menurutnya merupakan pelindungnya dan seperti kakak sendiri, tentang adanya konfirmasi dari NGO Lantai dan awak media, Menurutnya Marsan menyuruh memberi uang rokok, makan dan minyak, supaya berita jangan naik, beliaupun memberikan Amplop ke ketua umum NGO Lantai, (Murtadho. Se) sesuai petunjuk Sekdis pendidikan kabupaten Lampung Timur yang ditolak oleh ketua umum NGO Lantai. Dan langsung pamit pulang.(red)
2.734 views

Leave a Comment