Bantuan alat alat pertanian Di kecamatan Raman Utara,diduga jadi ajang pungli, oknum anggota DPRD Lamtim. 

Raman Utara, LantaiNews. Com. – Bantuan aspirasi anggota DPRD Lampung Timur tahun 2018, berupa handtraktor dan tangki semprot untuk kelompok tani di Desa Rejobinangun kecamatan Raman Utara diduga dijadikan ajang pungli oleh anggota DPRD Lampung Timur. Ini terungkap saat beberapa ketua kelompok tani menyampaikan keluhan mereka ke NGO Lantai tentang adanya biaya yang diminta oleh kadus yang menjadi jembatan koptan memperoleh bantuan tersebut.(jum’at 13/03/2020)

Menurut mereka, mereka diminta uang tebusan dengan jumlah bervariasi antara 3 juta hingga 8 juta rupiah. Dengan perincian ketua kelompok berinisial TO diminta 6 juta, SR dimintai 8 juta, SO ,DI, AW, diminta 3 juta, dan  SN dan temannya dipersil 6 dimintai masing masing 6 juta .sedangkan untuk tangki semprot dimintai masing – masing 350 ribu. “ga jelas buat apa pak, katanya transport pak dewan, dan kami bayarnya ke pak kadus Jumroni,”ujar salah satu ketua kelompok tani tersebut.
Saat kami mendatangi Jumroni, kadus yang disebut – sebut meminta sejumlah uang ke ketua koptan didesa Rejo binangun,(Jumat 13/03/2020)beliau menampik tuduhan tersebut”siapa yang ngomong bawa kesini,sudah dibantu dapat bantuan malah begini, sy ini cuma jembatan,saya disuruh cari kelompok tani untuk dapat bantuan oleh anggota DPRD Lampung Timur, pak Prawoto yang tinggal di Ratna Daya, ga benar itu yang ada cuma 3 juta, buat biaya pak Prawoto bawa bantuan kesini, yang lebih tahu ya pak Prawoto. Kalian kesana aja biar jelas”ujarnya sengit.
Sementara saat awak media mendatangi rumah oknum anggota DPRD dari praksi PDIP ini, rumah beliau terkunci rapat dan hanya mobil beliau berjejer didepan rumah, didalam ada suara penghuni rumah namun tidak ada yang menjawab salam kami, pintupun tidak dibuka walaupun awak media sudah berkali2 mengetuk pintu, hingga kamipun gagal mendapatkan keterangan Prawoto. Hingga berita ini dipublikasikan.
Firdaus,Sekjen NGO Lantai menilai hal ini jelas melanggar Hukum, “Semoga bisa diproses hukum, dan kami akan segera melaporkan pungli/pemerasan ini ke Aparat hukum,sebagaimana dimaksuf pasal 368 ayat (1) KUHP “ujarnya
Untuk diketahui, Pasal 368 Ayat (1) KUHP berbunyi, “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain, atau supaya memberikan hutang maupun menghapus piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.”
(Murtadho, SE, /edo)
703 views

Leave a Comment