Kios pengecer pupuk subsidi  milik Suyatno di Desa Srigading,jual  pupuk Subsidi dengan harga jauh diatas harga HET. 

Srigading, Lantainews.com.- Kios pupuk subsidi milik suyatno didesa Srigading kecamatan Labuhan Maringgai kabupaten Lampung Timur melanggar ketentuan aturan penjualan pupuk subsidi,dengan berbagai dalih Suyanto menjual pupuk Subsidi dengan harga jauh diatas harga HET.pupuk urea dijual dengan harga Rp105.000/sak,ponska 150.000.dua jenis pupuk ini yang dipakai warga srigading dalam becocok tanam disawah mereka.bukan itu saja suyatno juga diduga menjual pupuk keluar wilayah .

Hal ini terkuak saat awak media menyambangi beberapa warga Petani diDesa Srigading. (Kamis 09/juli/2020)veberapa warga mengaku membeli pupuk Subsidi Dikios milik Suyatnoo yang merupakan pengecer resmi di Desa Srigading dengan harga 105 ribu per sak untuk jenis Urea dan 150 ribu untuk pupuk jenis ponska. Mereka menyampaikan hanya menggunakan 2 jenis pupuk ini untuk bercocok tanam.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana dalam keterangan tertulis,beberapa waktu yang lalu menyampaikan.setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara.

Ini terjadi jika pengecer menjual pupuk subsidi diatas harga HET yang ditetapkan oleh Pemerintah yakni Rp 1.800 per kilogram (kg) untuk urea, Rp 2.000 per kg untuk SP-36, Rp 1.400 per kg untuk ZA, dan Rp 2.300 per kg untuk NPK.

Adapun HET untuk NPK berformula khusus adalah Rp 3.000 per kg dan Rp 500 per kg untuk organik. Adapun HET tersebut berlaku untuk pembelian oleh petani di kios resmi pupuk secara tunai, dan dalam zak utuh dengan volume 50 Kg untuk pupuk jenis Urea, SP-36, ZA, dan NPK, serta 40 Kg untuk pupuk jenis organik.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga mengimbau petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK agar hanya membeli pupuk bersubsidi di kios-kios resmi. Sehingga petani bisa mendapatkan harga yang sesuai dengan HET.

Wijaya juga menjelaskan, Pupuk Indonesia bersama sejumlah pihak terkait seperti Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah dan aparat hukum terus berkoordinasi melakukan pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi agar dapat sesuai aturan.

“Kami berharap dengan komitmen bersama antara Produsen pupuk, distributor, dan kios dapat bersinergi dengan baik untuk mengutamakan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di seluruh negeri,” ucapnya

Namun nampaknya himbauan ini tidak dihiraukan oleh Suyatno selaku pemilik kios pengecer pupuk subsidi didesa srigading dan pengecer lainnya.

Nampaknya harus ada tindakkan tegas ke pelaku pelanggaran ketentuan pemerintah tentang Harga eceran tertinggi Penjualan pupuk subsidi. Guna membuat jera para pengecer nakal tersebut.

Andre Saleh.

463 views

Leave a Comment