Rongsent Klinik SKS Braja Luhur,dioperasikan tampa izin Bapeten, membahayakan warga terkena Radiasi.

Braja Luhur, Lantainews.com.- Klinik SKS Braja Luhur yang beroperasi di Desa Braja luhur kecamatan Braja Selebah kabupaten  Lampung Timur yang dipimpin dr Fery, diduga melanggar ketentuan pengoperasian alat Rongsent sebagaimana diatur dalam UU No 10/1997 tentang Ketenaganukliran.

Pasal 17 ayat 1 menyebutkan: Setiap pemanfaatan tenaga nuklir wajib memiliki izin, kecuali dalam hal-hal tertentu yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Hal ini bisa meresahkan masyarakat karena dampaknya bisa membahayakan kesehatan dan jiwa akibat terpapar  radiasi.
Pengoperasian alat ini harus mendapat izin dari Bapeten dan harus dioperasikan oleh orang yang benar ahli dan memahami prosedur penggunaan alat Rongsent
Salah satu kabid di Dinas kesehatan Lampung Timur memaparkan penggunaan alat radiologi harus memiliki ijin, dikarenakan sinar rontgen memiliki radiasi dan bisa berbahaya bagi kesehatan.

“Jadi sinar rontgen itu kan ada radiasinya, bisa bersifat langsung, dan efeknya bisa terjadi langsung dan kemudian hari. Bisa cacat genetik pada keturunan,” ujarnya sambil meminta namanya jangan dipublikasikan karena cuma Kadis yang boleh mengeluarkan statement menyangkut hal ini. Sementara Kadis kesehatan tidak ada ditempat.

Dr Feri selaku penanggung jawab Klinik SKS Braja Luhur saat ditemui dikliniknya beberapa waktu yang lalu mengakui bahwa alat rongsent dikliniknya beroperasi tampa ixin dari Bapeten, “sedang Diurus ” kilahnya. Beliaupun mengakui alat itu sudah lama dioperasikan. Namun menurutnya Beliau sudah berkordinasi dengan rekan sejawatnya dan ga ada masalah walaupun tampa Ahli dan izin dari Bapeten.

beroperasinya alat itu, dikhawatirkan dapat membahayakan pasien tidak dalam waktu dekat tetapi beberapa tahun kemudian. Selain itu juga membahayakan bagi pekerja radiasi karena tidak dapat mendeteksi berapa jumlah dosis radiasi yang diterima karyawan. Negara juga kehilangan pendapatan negara bukan pajak dari sektor perizinan.
Wahyu Afriansyah
226 views

Leave a Comment