Kakek Paranormal DiLamtim,cabuli siswi kelas 2 SMP,hingga Hamil 7 bulan.

Lampung Timur,Lantainews.com. – Sebut saja Melati (Samaran – red),siswi kelas 2 SMP asal kecamatan Sukadana,yang masih berusia 15 Tahun,dan Bersekolah di salah Satu Sekolah di Kec Sekampung,menjadi  korban pencabulan seorang Kakek dengan inisal SP,Warga Margatiga Kabupaten Lampung Timur,Kakek yang berprofesi sebagai Paranormal ini berhasil memperdaya Melati untuk melakukan hubungan badan,Dan Akibat Perbuatan SP,Melatipun mengandung sekitar 7 Bulan.
Saat dikonfirmasi di kediamannya (Senin 03/08/2020) Paranormal (SP) dengan Gamblang menuturkan sudah tak terhitung melakukan persetubuhan dengan Melati,menurutnya perbuatan ini dilakukan atas dasar Suka sama Suka,dan dilakukan sejak awal Januari tahun 2020.hingga sekarang.
Awalnya Melati dititipkan di rumah Paranormal tersebut agar bisa melanjutkan pendidikan di SMP sejak satu setengah tahun Yang Lalu,hingga Sekitar 7 bulan yang Lalu,SP tidak kuasa menahan Nafsunya melihat kemolekan dan kecantikan Melati dan mengajaknya bersetubuh,sedang Melati yang masih berusia 15 Tahun,menurutinya dan terjadilah persetubuhan yang terus diulang 2 dan mengakibatkan ,Melati Hamil.dan harus kandas cita citanya untuk melanjutkan pendidikannya yang baru menginjak kelas 2 SMP.
Sungguh sangat disayangkan Melati harus pupus harapannya,karena ulah bejat Kakek Paranormal tersebut.padahal jelas dalam “Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak” menyebutkan di “Pasal 76D: Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain“.

Dari pasal 76D tersebut dijelaskan bahwa pelaku pencabulan adalah orang yang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Sementara dalam “Pasal 76E: Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul”.

Untuk ancaman pidana terhadap kasus pencabulan termaktub dalam pasal 81 yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 81

(1) Setiap orang yang melangggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Nah, bagi para pelaku pencabulan dan kekerasan terhadap anak akan mendapatkan ancaman pidana penjara paling lama lima belas tahun dan denda paling banyak lima miliar rupiah. Sementara jika pelakunya adalah Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan maka ancaman pidananya ditambah sepertiganya. (Edo)

1.385 views

Leave a Comment