Bumdes Desa Teluk Dalem kecamatan Mataram Baru diduga sarat Korupsi.

Teluk Dalem,Lantainews.com. – Bumdes Teluk Bangkit Makmur Desa Teluk Dalem kecamatan Mataram Baru kabupaten Lampung Timur,Berdiri Sejak Tahun 2017,dengan modal Awal Dari Dana Desa sebesar Rp 50.000.000.- dan penambahan ditahun 2018 sebesar Rp 60.000.000.-.hingga total modal yang dikucurkan Dari Dana Desa senilai Rp 110.000.000,- ditenggarai jadi ajang korupsi pengurus Bumdes Teluk Bangkit Makmur.

 

Hal ini terkuak saat Awak media menemui ketua Bumdes Teluk Bangkit Makmur yang bernama Rahmat beberapa waktu yang lalu.
Menurut Rahmat Bumdes yang dipimpinnya tidak memiliki Badan Hukum dan tanpa Sekertaris,pengurus hanya ketua dan bendahara saja,saya (Rahmad- Red) ketua,dan Bendahara Riko,kepala unit usahanya Rosid dusun 6 untuk unit usaha kambing dan Hadi untuk pembuatan tusuk sate.
“Untuk Rosid saat ini ada 30 ekor kambing milik Bumdes,sy beli bervariasi antara 1 juta sampai 1,4 juta.per ekor.dan untuk usaha sate menurut laporan pengurus usahanya Hadi di Dusun 6 sedang tidak produksi karena pandemi Corona,padahal sudah saya belikan Mesin seharga 40 juta,dan modal 10 juta,sedang untuk kambing modalnya 60 juta.jadi menurut Laporan Dari unit usaha yang dipimpin Hadi untuk usaha tusuk sate sedang merugi.berapa kerugiannya belum saya cek Laporanya masih di Riko bendahara kami” ujar Rahmad.
“Kalau mau cek cari aja Rosid diDusun 6,untuk Usaha kambingnya,dan Hadi juga diDusun 6,mesin tusuk sate ada 2 unit di sana” tambahnya.
Sayangnya ternyata Melalui penelusuran yang dilakukan awak media,ke penjuru Dusun 6 ,warga mengaku tidak mengetahui adanya warga Dusun 6 bernama Rosid,dan saat Hadi ditemui pun Hadi justru kebingungan karena merasa tidak pernah menjadi pengurus Bumdes,dan menurutnya mesin pembuat tusuk sate sekitar 4 bulan yang lalu dititipkan di rumah kakaknya bernama Nurkholis,tapi cuma ada 1 unit,dalam kondisi tidak lengkap.
Saat dikonfirmasi Dirumahnya,Nurkholis hanya bisa tertawa,menurutnya dirinya yg tidak pernah menjadi pengurus Bumdes Teluk Bangkit Makmur,apalagi membuat laporan usaha,” mesin itu cuma dititipkan disini dari sebelum puasa,dan belum bisa dipake produksi karena ada alatnya yang belum lengkap,kurang baut apa namanya sy lupa,kalau yg tidak ada baut itu,ga bisa dipake,dan mesin potongnya juga diambil diam2 oleh Rahmat,jadi gimana saya mau cerita untung rugi,wong cuma dititipin mesin itu” ujar Nurkholis.
Saat kami melihat Fisik mesin pembuat tusuk sate,hanya ada satu unit Mesin yang begitu kami Poto dan menanyakan harga mesin ke produsen,ternyata harganya hanya berkisar dibawah 8 juta dengan kondisi baru dan siap produksi.padahal menurut Rahmat, Dirinya membeli seharga 40 juta rupiah.
Nurkholis.merasa ditimbulkan.oleh Rahmad
Dari penelusuran di Dusun 6 ,tercium indikasi penyimpangan yang dilakukan Rahmad,nampaknya  Rahmat hanya merekayasa cerita untuk menutupi perbuatanya selaku ketua Bumdes,dan saat kami kembali kerumah Rahmat untuk memperjelas ceritanya tadi,rahmadpun menghilang dan tidak mau mengangkat TLP kami lagi.
(Firdaus.NP.)
417 views

Leave a Comment