Dengan wewenang sebagai Kades Selorejo, Bambang berkomitmen akan membangun sumber daya manusia,

Malang,Lantainews.com,— Kepala Desa Selorejo Bambang Soponyono beserta keluarganya seolah sudah “kenyang” dengan cacian, celaan, hujatan, bahkan hinaan. Meskipun demikian, rasa sedih tetap terasa.

Saat di tanya soal sikap warganya yang menghina mencaci, Bambang Soponyono mengatakan, ketahanan ia beserta keluarga dari “mulut jahat” orang tidak langsung tercipta dengan sendirinya.

“Saya kira itu (karena) ada tahapannya yang kita lalui dari kepala Rumah tangga dari Sekdes, sampai Kepala Desa,” ujar Bambang.

“Kebijakan itu pasti enggak mungkin membahagiakan 100 persen orang. Waktu saya jadi sekretaris desa juga ada yang senang, ada yang enggak senang. Yang tidak senang, bisa mencela, mencaci. Jadi Kepala Desa juga sama. Jadi ya biasa,” lanjut dia.

Meski ia sekeluarga menilai ketidaksukaan orang lain merupakan hal yang wajar, terkadang, apabila melihat kata-kata yang terlontar sebegitu jahatnya, Bambang Soponyono sekeluarga merasa sedih dan ironis.

“Kadang ya sedih juga, setiap kebijikan itu untuk memajukan desa, dan memakmurkan warga saya bukan untuk keluarga saya. Sedangkan Dicaci maki, dicela, dihujat dan yang merasakan saya dan keluarga saya sendiri,” kata Bambang.

Kemudian, Bambang menyebutkan satu per satu kalimat hinaan dan cacian yang pernah diterimanya di media sosial atau di sebuah unjuk rasa.

“Apa lagi? Coba ditambahi sendiri,” kata Bambang.

“Begitu banyak kata-kata seperti itu, sekali lagi itu bukan etika warga selorejo, bukan sopan santun orang jawa, itu bukan tata krama orang jawa,” lanjut dia.

Lantas, apa yang akan dilakukan Kepala Desa Bambang Soponyono merespons hal tersebut?

Ia mengesampingkan rasa amarahnya. Ia sadar bahwa perilaku negatif tersebut disebabkan oleh kurangnya kualitas sumber daya manusia.

Dengan wewenang yang dimiliki saat ini sebagai Bapaknya warga Selorejo, Dau ia berkomitmen akan membangun sumber daya manusia sebagai salah satu pilar kemajuan Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang di masa depan.

“Itulah yang sering saya sampaikan, bagaimana perlunya kita mengubah pola pikir, mindset, berubah dari konsumsi ke produksi, dari negative thinking ke positivie thinking. Membawa ke arah seperti ini memang perlu membangun sumber daya manusia yang berpikiran ke depan dan positive thinking. Karena kita semua harus sadar bahwa Selorejo ini adalah Desa yang mempunyai suberdaya alam yang luar biasa, jangan sampek ini di nikmati oleh salah satu oknum tapi harus kita kelola bersama demi kamujuan semua masyarakat, ” ujar Bambang.

(Rahma Yulinda)

32 views

Leave a Comment