SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono,diduga sarat pungutan yang memberatkan Wali Murid.

Bandar Sribhawono,Lantainews.com.-SMP N 1 Bandar Sribhawono yang dipimpin Kepala Sekolah Imam Hanafi.diduga abaikan Larangan pungutan dan penjualan Seragam ,Sampul Raport,dan LKS disekolah,dimana kita Tahu,Bukan hanya guru maupun karyawan sekolah, Komite Sekolah pun, dilarang menjual buku maupun seragam sekolah.

Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolahan dan Penyelenggaraan Pendidikan, terutama pasal 181a. Sudah secara jelas tertulis mengenai larangan itu.Yakni, pendidik dan tenaga kependidikan, baik persorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, seragam sekolah, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.

“Berdasarkan pasal itu sudah jelas ya. Jadi guru, maupun karyawan di sekolah itu sama sekali tidak boleh menjual buku-buku maupun seragam di sekolah,” ujar salah Satu Sumber kami di ombudsman perwakilan Lampung yang kami hubungi Via Telepon.

Dan jelas dalam Pasal 12a, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah.Di pasal itu tertulis, Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah.Tak berhenti pada guru, karyawan dan komite sekolah. Larangan ini pula juga berlaku bagi koperasi yang ada di lingkungan sekolah tersebut.

Namun ternyata Menurut beberapa Siswa di SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono yang enggan Namanya dipublikasikan,beberapa waktu yang lalu menyampaikan Siswa di SMP Negeri Bandar Sribhawono,diwajibkan membeli Baju Seragam melalui Sekolah dengan Nilai Rp 900.000.-/ putra dan Rp 910.000.-/putri.bukan itu saja ,Siswa/wi di SMP wajib membeli Sampul Raport dan LKS ke oknum Guru Matematika bernama Arini,dimana jika Siswa / wi tidak membeli maka mereka akan kesulitan mengerjakan PR yang diberikan Guru karena Soal2nya ada di Halaman LKS tersebut.Hargapun bervariasi antara 30 – 35 rumah ribu tiap buku sesuai mata pelajaran di sekolah,sedangkan jika tidak membeli Sampul Raport ,buku Raport tidak diberikan.belum lagi adanya pungutan sebesar Rp 300.000.- untuk Komite Sekolah.

Saat dikonfirmasi Imam Hanafi Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono (Selasa 11/08/2020) menolak keras tudingan tersebut,menurutnya tidak ada paksaan membeli Seragam disekolah,dan pembelian  buku LKS dan Sampul Raport,dan itu tidak ada kaitan dengan Sekolah,menurutnya Bu Arini itu pedagang,dan Siswa bebas menambah ilmu melalui Buku LKS,dan sumbangan kesekolah senilai 300 ribu adalah kesepakatan wali murid.”itu hak sampean” jawabnya saat ditanya menyangkut apakah permintaan menyumbang dengan ditentukan waktu dan jumlahnya itu disebut Sumbangan.

Kepala Dinas pendidikan kab,Lampung Timur, Sudarman saat dihubungi Via Telepon menjawab singkat melalui Handphonenya “tidak ada yang boleh begitu,tidak boleh,Laporkan keDinas,nanti ditindaklanjuti”jawab beliau saat diminta tanggapan menyangkut dugaan Pungli dan penjualan seragam dll di SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono.

(Firdaus)

548 views

Leave a Comment