Ketum Istana Raya Nusantara Menduga Demo Buruh di Susupi Gelandang Politik

Malang, lantainews.com – UU omnibus law alias UU cipta kerja yang oleh pemdemo disebut-sebut lebih menguntungkan pengusaha dan menyengsarakan para buruh di Indonesia, dalam demonstrasi di berbagai belahan daerah di nusantara mengakibatkan fasilitas sarana publik mengalami kerusakan.

Berbagai sudut pandang bermunculan dimasyarakat, salah satunya seperti yang di utarakan oleh ketua umum istana raya nusantara, Libert Ediaman Sidabutar. Kamis, 8 Oktober 2020

Libert menduga sikap anarkis dalam aksi demonstrasi yang dilakukan oleh buruh dan mahasiswa karena disusupi oleh gelandang politik yang mencari keuntungan untuk kelompoknya tapi mengkambing hitamkan para pendemo.

“Bila memang aksi perlakuan yang hadir disinyalir sarat dengan kepentingan kelompok gelandangan politik dan golongan yang haus kekuasaan, dengan melakukan pergerakan masif dan terstruktur sedang menabuh genderang seruan upaya penghancuran bangsa dan negara ini melalui gaya dan ekspresi bagai saudara namun aslinya adalah benalu yang akan bermetamorfosa menjadi penghianat bangsa dan negara”. Ujarnya

Menurutnya, masyarakat perlu menyaring kabar yang beredar dimasyarakat. Selain itu perlu sikap waspada dan netral dalam menyikapi demonstrasi UU cipta kerja.

“Waspada terhadap modus operandi hoax system, perlu miliki sudaut pandang cerdas dan berkualitas untuk kebaikan dan keberpihakan kepada kepentingan publik, bukan kepentingan kelompok dan golongan dengan tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara yang merdeka dan berdaulat menuju gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo”. Katanya

Pewarta : Yulinda
Editor: afr

136 views

Leave a Comment