Pemilik Kios Pupuk Misterius di Bandar Agung, Ubah HET Sesukanya

Bandar Sribhawono, lantainews.com – Kios misterius tanpa plang nama yang menjual pupuk di desa Bandar Agung, kecamatan Bandar Sribawono, suka-suka pemiliknya tetapkan harga pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska dan Urea.

Seperti diketahui, untuk penjualan pupuk bersubsidi dari pemerintah melalui kementerian pertanian republik Indonesia telah mengeluarkan peraturan menteri (PERMEN) nomor 01 tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020.

Dalam PERMEN itu disebutkan untuk pupuk NPK Phonska dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp. 2.300 rupiah per kilogram, alias Rp. 115.000/zak dalam kemasan 50 Kg. Sedangkan untuk urea sebesar Rp. 1.800/kg atau Rp. 90.000/zak.

Meski sudah diatur oleh peraturan menteri, kios yang belakangan diketahui milik Saimun tetap acuhkan peraturan dari pemerintah dengan menjual pupuk NPK Phonska keluaran Petrokimia Gresik itu sebesar 150-160 ribu rupiah/zak, sedangkan untuk urea dijual 110 ribu rupiah tiap zaknya.

Yetno, petani yang jadi pelanggan Saimun mengatakan baru tahu jika harga pupuk sudah ada ketetapan dari pemerintah.

“Biasanya dia jual Phonska harga Rp. 150.000, tapi kebetulan saat beli kali ini kalian sedang ada di kiosnya, dan harga berubah menjadi 115 Ribu rupiah. Jadi baru tahu kalau ternyata harganya segitu”. Ujarnya. Sabtu, 10 Oktober 2020

Petani lainnya, Puji, justru menyebutkan hal berbeda. Pria yang memiliki garapan singkong dan jagung seluas 1,5 ha itu mengatakan harga beli NPK phonska capai Rp.160.000/zak.

“160 ribu rupiah untuk phonska. Untuk Urea 110 ribu rupiah”. Katanya

Sementara itu, ketua gabungan kelompok tani (GAPOKTAN), Tukiman, mengatakan untuk kebutuhan pupuk para petani didesa nya lumayan banyak.

“Jika jumlah pupuk yang disalurkan diatributor hanya sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), tidak akan mencukupi kebutuhan para petani”. Katanya

Pewarta : Team Lantainews.com

417 views

Leave a Comment