Progam BSPS Didesa Sukorahayu Lampung Timur diduga jadi ajang korupsi.

Sukorahayu,Lantainews.com – Progam Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diperuntukkan rumah tidak layak huni bagi warga desa Sukorahayu, kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung timur diduga jadi ajang korupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Hal ini terkuak saat Awak media menerima informasi dari masyarakat KPM BSPS mengenai material Dana yang dipotong oleh oknum pendamping hingga jumlahnya tidak sesuai dengan ketentuan sebesar Rp 17.500.000.-.
M. Fhadoli Ketua KPD (Ketua Kelompok Dusun) di dusun 3 Desa Sukorahayu, kecamatan labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur menjelaskan  Desa Sukorahayu mendapatkan BSPS sebanyak BPJS98 rumah, termasuk 22 rumah yang ada didusunnya.
” Didusun 3 ini ada 22 rumah yang menerima bantuan, material yang kami butuhin seperti semen, besi, genteng dan pasirnya kami beli di toko Pak Ridwan di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah,” ungkap Fhadoli.
Masih dikatakan Phadoli, “Toko material milik Pak Ridwan saat mengantar material ke kami memberikan kwitansi, tapi tidak mencantumkan harga satuannya, dan yang membuat harga satuan barang itu dari Kabupaten,orang dinas yang memberikan RAP itu pak joni dan pak Riyanto itu yang sudah disepakati masyarakat,”ucapnya.
Masih dikatakan Fhadoli “,”penerima hanya diberikan tiga belas juta lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah dari  17,5 juta, ada potongan  PPN, PPH dan biaya untuk tukang 2.5 juta,” ucapnya.
Lebih Lanjut Fhadoli mengatakan, “toko material yang di tunjuk oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lampung Timur adalah toko milik Ridwan yang berada di desa Braja Yekti, Kecamatan Brajaslebah,” ujarnya.
Ditempat terpisah, Ridwan Selaku Pemilik Toko Bangunan yang beralamat di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah mengatakan bahwa dari pihaknya memberikan harga umum kepada ketua kelompok KPM Bedah rumah tersebut.
“Semua material bangunan berasal dari saya, saya memberikan harga umum pada mereka seperti,
Semen Tiga roda Rp. 55.000.
Semen Holcim Rp. 55.000.
Semen Merah Putih Rp. 55.000.
Pasir Satu Ret Rp. 600.000
Genteng 1000 Biji Rp. 1.400.000.
Besi 8 K Rp. 30.000.
Besi 10 K Rp. 70.000.
Untuk nota yang terima Ketua KPM selembar kertas polos tanpa logo, hanya ada nama penerima dan setelpel dari toko, untuk nota tidak bisa saya berikan salinannya, kalo mau beli saya kasih notanya” pungkasnya.
Dari hasil penelusuran keMasyarakat terkuak ada juga biaya tukang yang dipotong sebesar Rp.200.000.-hingga jika dikalkulasi,jumlah yg diterima sekitar Rp.15.500.000.-.
Redaksi
129 views

Leave a Comment