Chusnunia Chalim Danai Pelarian Mutakin, Staf Mantan Anggota DPR RI Musa Zainudin.

Bandar Lampung,lantainews.com – Jaksa sebagai Penuntut Umum dari KPK Taufiq Ibnugroho mengulas hal-hal yang berkaitan dengan Mutakin saat mantan Anggota Komisi V DPR RI Musa Zainudin dan mantan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim alias Nunik dihadirkan sebagai Saksi di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis lalu, 4 Maret 2021.

Kedua orang itu dimintai keterangannya sebagai Saksi untuk perkara suap dan gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa yang secara kronologis waktu terjadi tindak pidananya berlangsung pada tahun 2016 sampai 2021.

Dalam persidangan itu, Taufiq Ibnugroho mengulas sosok Mutakin kepada Musa Zainudin. Menurut Musa, Mutakin adalah orang dekatnya. Saat mengulas tentang Mutakin, jaksa juga mengulas tentang uang Rp 18 M dari Mustafa yang seyogyanya diberikan Mustafa kepada dua orang mantan kader DPW PKB Lampung utusan Nunik: Midi Iswanto dan Khaidir Bujung.

Uang hasil dari pengumpulan ijon proyek Dinas Bina Marga yang dikumpulkan Mustafa ini berkaitan dengan mahar atau harga yang harus dikeluarkan mantan Ketua DPW NasDem Lampung tersebut, agar DPP PKB mendukung pencalonannya sebagai gubernur pada Pemilihan Gubernur Lampung di tahun 2018 lalu.

Pasca mahar tersebut diberikan Mustafa, ternyata atas perintah Musa Zainudin ada uang senilai Rp 1 M yang diberikan kepada seseorang bernama Mutakin. Sesuai dengan catatan Midi, uang itu diberikan karena Mutakin disebut Musa sedang merasa kesulitan ekonomi pasca menikah.

Keberadaan Mutakin dan uang Rp 1 M itu dituangkan Musa di dalam BAP miliknya yang dibacakan jaksa kala itu. Dari yang diutarakan Musa, uang itu dimaksudkan untuk membantu biaya kehidupan Mutakin pasca menikah.

Singkatnya uang itu diberikan Musa atas perintahnya kepada Midi Iswanto, dan diserahkan kemudian kepada Ketua KNPI Lampung Teguh Wibowo dan turut melibatkan Komisioner KPU Lampung M Tio Aliansyah. Musa kemudian menjelaskan bahwa Mutakin disebutnya punya janji kepadanya: nanti Mutakin akan meluruskan keterangannya terkait kasus Musa di PN Jakarta Pusat.

Kasus Musa yang mana?

Kasus Musa itu sebenarnya berkait dengan uang Rp 7 M yang diterimanya dari Direktur PT Windhu Tunggal Abdul Khoir. Waktu memberikan kesaksian di kasus Mustafa, posisi Musa berada di Lapas Sukamiskin. Itu menjelaskan bahwa Musa pada akhirnya ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK sehingga konsekuensi berikutnya ia menjalani Vonis di Lapas Sukamiskin.

Nyatanya, Mutakin adalah staf administrasi Musa Zainudin saat masih menjadi Anggota DPR RI. Pada 10 Mei 2016, Mutakin dijadwalkan untuk diperiksa KPK dalam rangka mendalami pengetahuannya berkait dengan uang senilai Rp 7 M tadi.

Sebelum sampai di tangan Musa, uang Rp 7 M itu nyata-nyatanya terlebih dulu diterima Mutakin dari Jaelani, seorang staf dari Anggota Komisi V DPR RI Yasti Soepredjo pada akhir Desember 2015 di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Uang-uang itu berkenaan dengan fee proyek di Kementerian PU-PR yang masih bagian dari program dana aspirasi DPR RI.

Singkat ceritanya. Dalam surat Justice Collaborator yang diajukan Musa dan akhirnya ditolak KPK, uang Rp 7 M itu kemudian diberikan Musa sebagai dana pencalonan kerabat Muhaimin Iskandar. Musa menyebut kerabat Muhaimin atau Cak Imin yang juga adalah Ketua Umum PKB itu, sedang mengikuti kontestasi Pilkada di Jawa Timur.

Siapa Mutakin?

Sosok Mutakin lebih jauh sedianya sudah diperiksa KPK dalam kasus Musa di PN Tipikor Jakarta Pusat. Hal itu kemudian kembali dibeberkan jaksa sebagai penuntut umum dari KPK Taufiq Ibnugroho kepada Musa.

Mutakin dalam penjelasan Taufiq sempat melakoni pelarian atas perintah Musa. Hal itu ditegaskan Taufiq telah menjadi fakta persidangan dan telah masuk dalam vonis Musa yang sudah berkekuatan hukum tetap. Kendati begitu, Musa enggan mengakui bahwa Mutakin pernah dimintanya untuk melarikan diri ke Aceh.

Taufiq pun mengulas peristiwa masa lampau yang belum banyak diketahui khalayak ramai. Bahwa ketika KPK tengah mencoba menggali pengetahuan Musa berdasarkan keterangan Jaelani, Musa jatuh sakit. Namun Taufiq tak menerakan keterangan waktu kapan Musa menjalani perawatan medis tepatnya di RS Metropolitan Medical Center atau MMC Jakarta.

Di sini lah terungkap peran Chusnunia Chalim. Taufiq dengan gamblang menyatakan dan menegaskan, bahwa Nunik telah melakukan pertemuan dengan Musa, berikut dengan Midi Iswanto, Khaidir Bujung dan Mutakin. Mutakin diminta oleh Nunik untuk melarikan diri sembari memberinya uang Rp 10 juta sebagai biaya pelarian itu. Yang jelas dan tak dapat dipungkiri kemudian, Chusnunia Chalim dilantik sebagai Bupati Lampung Timur pada 17 Februari 2016.

Mendengar keterangan Taufiq itu, Musa mengelak dan memberikan tanggapan tidak tahu. Namun ia membenarkan pertemuan tersebut berlangsung di RS MMC. Perihal uang dari Nunik kepada Mutakin, Musa lagi-lagi mengaku tidak tahu.

Chusnunia Chalim yang saat itu mendengar penegasan dari Taufiq Ibnugroho tadi, terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya sembari sesekali menarik napasnya dalam-dalam.

Dalam proses pemeriksaan yang dijalani Chusnunia Chalim di persidangan Mustafa ini, KPK tercatat sudah 3 kali mengungkapkan perilaku Nunik yang bernuansa mempengaruhi saksi.

Bahwa selain meminta Mutakin untuk melarikan diri. Chusnunia Chalim dalam catatan KPK juga telah meminta Ketua DPC PKB Lampung Tengah Slamet Anwar untuk mengaku telah menggunakan uang Rp 150 juta. Padahal uang itu menurut Midi Iswanto diberikan kepada Chusnunia Chalim.

Kemudian Chusnunia Chalim juga telah beberapa kali menemui Musa ketika perkara Musa sedang ditangani KPK. KPK kala itu telah mengantongi nama Muhaimin Iskandar turut terlibat dalam perkara suap proyek yang di awal menjerat Damayanti Wisnu, Ketua Komisi V DPR RI.

Chusnunia Chalim diakui oleh Musa memang telah menemuinya sembari mengatakan kepadanya bahwa segala biaya perkara Musa akan dimodali Muhaimin Iskandar senilai Rp 5 M. Muhaimin memerintahkan Chusnunia Chalim untuk menyampaikan hal itu kepada Musa.

Namun Musa menolak tawaran tersebut karena dinilai uang tersebut belum cukup baginya. Sehingganya Musa menyampaikan kepada Chusnunia untuk meminta Muhaimin Iskandar menyiapkan Rp 7 M. Negosiasi tersebut hingga sampai detik ini menurut Musa, belum dipenuhi Muhaimin Iskandar.

Apa hubungan Chusnunia Chalim dengan Mutakin, yang adalah penerima Rp 7 M sebagai modal pencalonan pada Pilkada Jawa Timur yang dilakoni oleh kerabat Muhaimin Iskandar?

Siapa sosok yang sesungguhnya disebut Musa merupakan kerabat Muhaimin Iskandar itu dan apa hubungannya dengan Chusnunia Chalim yang pernah menjabat sebagai Bupati Lampung Timur?.

(Redaksi Sumber Kirka.co)

430 views

Leave a Comment