Kuasa Hukum Antonius Laporkan pencatut Nama Bupati Lamsel terkait Iming2 proyek.

Lampung selatan,lantainewstv.com – Antonius telah melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh Rizal Setiawan sebesar Rp 1,25 miliar ke Polda Lampung.  Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STTLP/B/596/IV/2021/SPKT/POLDA LAMPUNG yang dilayangkan pun telah diterima oleh Polda Lampung.

Awak media yang telah menghubungi Antonius mendapatkan informasi terkait terjadinya dugaan tindak pidana Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 378 atau Pasal 372.Diceritakan pria yang akrab di sapa Anton, berawal pada bulan Agustus 2019. Rizal menawarkan janji akan mendapatkan pekerjaan kepada Antonius jika memberikan sejumlah uang yang dikatakan Rizal untuk Bupati Lampung Selatan yakni Nanang Hermanto.Janji pekerjaan yang dimaksudkan Rizal adalah mendapatkan salah satu proyek di Pemkab Lamsel. Anton pun menyanggupi permintaan Rizal, transaksi uang sebesar Rp 1,25 miliar pun terjadi dalam dua tahapan. Berdasarkan dokumen yang diterima pewarta KIRKA.CO, pada tanggal 15 Agustus 2019 Rizal mendapatkan kuitansi dengan nominal uang sebesar Rp 750 juta.Dua hari kemudian, bertepatan dengan HUT RI ke 74. Anton kembali memberikan uang sebesar Rp 500 juta dengan bukti kuitansi bermaterai dan di tanda tangani oleh terlapor seperti kuitansi pada pemberian uang pertama.

Anton pun mengatakan bahwa Rizal telah memberikan uang tersebut kepada Edwin Apriando dan Firdaus yang katanya kedua orang tersebut merupakan orang-orang dekat Bupati Lampung Selatan.

Dalam perjalanannya, janji yang pernah diberikan oleh Rizal tak kunjung datang kepada Anton.“Upaya saya sudah cukup baik, namun dia (Rizal,red) selalu berkata nanti sedang diurus sama Pak Bupati dan meminta saya sabar,” kata Anton Kamis (08/04).

Singkat cerita, kata Anton. Dirinya pernah mendatangi Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan untuk langung bertemu dengan Nanang Hermanto.“Waktu bertemu Pak Nanang, beliau malah menyampaikan tidak mengenal mereka dan itu mengada-ada, hanya mencatut nama saya,” kata Anton menirukan bahasa Nanang.

Usai melakukan pertemuan, Anton pun meninggalkan Rumah Dinas. Diakuinya, dirinya sempat bertemu dengan Staf Ahli Bupati yakni Khairul Alin.“Saya bilang ke dia, ya sudah saya mau buat laporan aja, namun dia menahan saya untuk tidak membesarkan kasus ini,” kata Anton.

Lewat Kuasa Hukum nya, Anton pernah mengirimkan surat Somasi kepada Rizal Setiawan dan Edwin Apriandi sebelum melaporkan keduanya ke Polda Lampung.

(Redaksi,sumber Kirka .co)

23 views

Leave a Comment