Atm Mini milik SRIYATI yg bernaung di PT GLORIA PPOB diduga langgar ketentuan komitmen dng BRI.

Lampung Timur,lantainews.com – puluhan ATM mini BRI milik Sriyati warga Desa Sambikarto yang bertebaran di beberapa Kecamatan di Lampung timur,diduga melanggar ketentuan kerjasama Antara Bank BRI dengan PT Gloria PPOB yang menjadi Induk dari usaha ATM mini miliknya.

Menurut Salah satu Pejabat BAnk Bri yang dihubungi Via WHap app beberapa waktu yang lalu Sistem kerjanya ATM Mini memberikan fasilitas kepada nasabah BRI untuk bisa melakukan transaksi transfer , tarik tunai dan pembayaran.keuntungan yang didapat dari bisnis ATM Mini ini terdapat pada biaya administrasi per transaksi yang harus dibayar nasabah,dan walaupun harus mengeluarkan biaya lebih,nasabah bisa dengan mudah melakukan beberapa Transaksi di ATM Mini BRI terdekat.

Jika biaya administrasi per transaksi adalah Rp3000 maka jika sehari terjadi 50 transaksi maka anda akan mendapatkan keuntungan Rp150 ribu sehari atau Rp4.500.000 perbulan.

ATM Mini menggunakan sebuah mesin EDC, sebuah mesin gesek kartu yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi menggunakna kartu kredit, kartu debit atau kartu prepaid.

Mesin EDC bentuknya seperti yang sering kita jumpai pada minimarket seperti Indomaret atau Alfamart, tapi mesin EDC BRILink berbeda karena memiliki fungsi yang lebih lengkap.

Untuk bisa menggunakan mesin EDC nasabah pemilik mesin harus membuka rekening Giro atau tabungan dengan saldo yang cukup.

Untuk mengajukan EDC Bank BRI bagi anda yang memiliki toko dan pembayarannya ingin menggunakan mesin EDC atau bagi yang ingin membuka jasa ATM Mini maka anda perlu mengajukan mesin EDC dengan melengkapi beberapa persyaratan.

Menggunakan Mesin EDC BRI secara otomatis anda menjadi laku pandai yang bisa melayani berbagai jenis transaksi seperti transfer uang, tarik tunai, pembayaran listrik, bayar cicilan motor, dan berbagai jenis pembayaran lainnya, pokoknya fungsinya hampir sama dengan mesin ATM.

Dan Ada ketentuan lain yang Harus di ikuti oleh Pengusaha ATM Mini BRI yaitu mengingat Mesin EDC BRI bisa digunakan untuk Transaksi ke semua Bank maka tidak diperkenankan ATM Mini yang sudah bekerjasama,dengan BRI menyediakan mesin EDC dari Bank lain,dan bila ini terjadi maka BRI akan mencabut fasilitas mesin EDC BRI yang ada di ATM mini tersebut.

Namun hal ini tampaknya tidak di perdulikan oleh Sriyati.saat Warga tersebut hendak bertransaksi beberapa watu yg lalu di ATM milik Sriyati yang ada di pasar Jembat batu kecamatan Margatiga,kabupaten Lampung Timur,pegawai Di ATM Pakde ATM milik Sriyati.mengambil Mesin EDC Bukopin yang awalnya disembunyikan untuk bertransaksi.

Saat dikonfirmasi kamis (15/04/2021) dikediamannya,Sriyati menampik keras tuduhan ada Mesin EDC di ATM mini miliknya,dan mengatakan mungkin pegawainya yg diam diam menyediakan Mesin EDC bank lain,namun Dirinya tak mampu lagi mengelak saat sesaat setelah Awak media pulang dari Kediamannya,salah satu karyawannya mengirim screen Shot pembicaraan di Grub Wa yang beranggota dirinya dan semua pegawai yang bekerja di ATM miliknya yang berisi perintah menyembunyikan Mesin EDC di ATM mini miliknya kekamar dan membawa pulang mesin Edc milik bank lain.

 

Lewat WA dirinya mengakui Hal tersebut karena menurutnya Transfer ke Bank Lain melalui BRI terlalu mahal,dan mengeluhkan kebijakan bank BRI yang terlalu besar memungut biaya yang dikenakan Untuk transaksi dengan Bank lain.

 

Nampaknya Sriyati tidak perduli dengan akibat yang timbul akibat dari tindakannya pihak BRI bisa menjatuhkan sanksi pencabutan Mesin EDC di usahanya,padahal disinyalir dari usahanya yang mengenakan biaya Bervariasi dari mulai Rp.5000.- pertransaksi sesama BRI,Sriyati meraup keuntungan ratusan juta rupiah perbulan.

(EDo)

353 views

Leave a Comment