Mantan KA UPTD Puskes Batanghari,Endar Nuryanto divonis 4 tahun Penjara.

Lantainews.com -Endar Nuryanto mantan Kepala UPTD Puskesmas Batanghari Lampung Timur Yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamtim (Bayu) empat tahun enam bulan penjara dan denda Rp200 juta.ahirnya divonis lebih rendahbempat tahun penjara, Jumat (15/4). Vonis tersebut diketok Ketua Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung Efiyanto.

Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti sebagaimana dalam pasal 12 huruf e UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Atas hal itu terdakwa divonis dengan penjara selama empat tahun,” kata dia.

Selain itu, terdakwa juga diganjar dengan pidana denda sebesar Rp200 juta. “Apabila tidak sanggup dibayar diganti dengan kurungan penjara selama satu bulan,” jelasnya.

Menurut majelis hakim, ada beberapa hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Yakni untuk hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah, dalam memberantas korupsi.

“Hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap sopan. Selama persidangan terdakwa berterus terang dan mempunyai tanggungan,” ungkap dia.

Sementara itu, dalam dakwaan JPU Kejari Lamtim Bayu menjelaskan, perbuatan terdakwa bermula pada November 2016 saat menjabat sebagai pelaksana tugas Puskemas Maegototo.

“Terdakwa bertemu dengan saksi Noli, yang mana kemudian menginformasikan bahwa terdakwa akan menjabat selaku Pelaksana Tugas Kepala UPTD Puskesmas Batanghari Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut terdakwa berdalih dapat menerima calon Tenaga Kerja Sukarela yang akan ditempatkan pada UPTD Puskesmas Batanghari. “Atas informasi tersebut saksi Noli menyampaikan ke saksi Taban bahwa terdakwa bisa menerima calon tenaga kerja di Puskesmas Batanghari,” kata dia.

Bayu menambahkan saksi Noli dan Taban kemudian datang ke rumah terdakwa sembari membawa persyaratan lamaran pekerjaan. Terdakwa meminta hadiah dalam bentuk uang sebesar Rp 25 juta dengan alasan bahwa hadiah tersebut seolah-olah akan disetorkan kepada Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur guna mengurus proses penerimaan tenaga kerja.

“Dan hingga akhirnya pada tanggal 25 Januari 2017 Saksi Taban bersama Saksi Noli datang kerumah Terdakwa dan menyerahkan uang permintaan terdakwa sebesar Rp. 25 juta,” pungkasnya. (Red)

131 views

Leave a Comment