Klinik Ilegal milik Cahyo,10 tahun bebas beroperasi di Way Jepara.

Way Jepara,Lantainews.com – Klinik pengobatan milik Cahyo warga Brajasakti kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung timur,yang Selalu Ramai dikunjungi Pasien dari berbagai tempat di seputaran Way Jepara,ternyata Sudah beroperasi selama Sepuluh tahun tampa izin alias Ilegal.

Keberadaan klinik ilegal ini terungkap saat awak media Lantainews.com mendapat informasi dari Tenaga kesehatan dari disekitar lokasi yang tak mau dipublikasikan namanya tentang adanya klinik pengobatan ilegal milik Cahyo di Way Jepara.
Saat Awak media mendatangi lokasi Rabu (05/05/2021) di lokasi puluhan orang tampak berkerumun antri di depan klinik,jumlahnya sekitar Lima puluh orang lebih,nampak Motor dan mobil terakhir di depan dan sepanjang jalan di depan klinik.warga dari berbagai tempat mengantri untuk berobat dan tidak ada pelayanan layaknya klinik,Cahyo sang perawat hanya seorang diri tampa ada pegawai lainnya,warga yang datangpun tidak dicatat nama dan sakitnya.
Tidak ada juga plang nama,ruang pendaftaran dan petugas yg melayani obat untuk pasien.
Saat dikonfimasi Cahyo mengaku selaku pemilik klinik itu “Tak punya izin apa apa pak,Saya buka sudah Sepuluh tahun tampa izin ” Ujarnya.
“injeksi kadang juga saya lakukan dan Kalau limbah medis saya buang disumur belakang rumah,dan sy honor dipuskes Sri tejo,tapi sudah setahun ga masuk”tambahnya.
“Harusnya ada izin STR,Sipp dan lainya,tapi kan prosesnya sulit,makanya saya buka begitu saja tampa izin,kalau ada sanksi atau tidak saya tidak tahu”pungkasnya.

Seorang Praktisi kesehatan yang enggan disebut namanya menjelaskan Perawat yang akan membuka praktek seharusnya mengacu pada Permenkes RI Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Tentang izin Penyelenggara Praktek Perawat dan Undang-undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan.

Karena menurutnya, praktek tanpa izin itu telah melanggar peraturan, padahal sudah jelas tertera Praktek ilegal ini telah berjalan tahunan.

“Hal ini jelas telah melanggar Undang Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 23 ayat 3 dan Undang Undang Republik Indonesia Tahun No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan pasal 19 ayat 1 dengan sangsi Pidana dengan ancaman kurungan/penjara maksimal 15 tahun,” tegasnya.

(Andre/Angga)

2.911 views

Leave a Comment