Kapolsek Bandar Sribhawono Bantah Bebaskan Begal, Edi Arsadad: Masyarakat Lebih Pintar Menilai

LAMPUNG TIMUR — Kapolres Lampung Timur, melalui Kapolsek Bandar Sribhawono membantah telah melepaskan tersangka pelaku  pencurian dengan kekerasan (Curat/Begal)
Dalam keterangannya di beberapa media online Iptu Suwarman mewakili Kapolres Lampung Timur kepada media ini di ruangannya Jum’at 04)96)2021 menerangkan” Pada hari Minggu tanggal 16 Mei 2021 sekira pukul 02.00 Wib dini hari yang lalu telah terjadi tindak tindak pidana curas di rumah kosan Dusun VI Desa Srimenanti, Kec. Bandar Sribhawono Kab. LamTim, menurut keterangan saksi pada saat itu datang 3 (Tiga) orang laki – laki yang tidak di kenal dengan mengendarai 1(Satu) Unit Sepeda Motor Vega warna Putih kemudian salah satu Pelaku sambil marah marah dengan membawa sebilah Pisau masuk kekamar Kost dan keluar lagi menghampiri Korban sambil mengancam dengan berkata-kata ” saya bunuh kamu ” akan tetapi dipisah oleh saksi lalu kemudian salah seorang Pelaku yang lain nya menghampiri Korban dan meminta Uang sebesar Rp. 80.000,- berikut Henphond Merk OPPO Reno4 Warna Hitam nomor Inei1: 860577044562433, Imei2: 860577044562425 milik Korban secara Paksa selanjutnya 3 (Tiga) orang pelaku tersebut langsung pergi melarikan diri, lalu pelapor melaporkan kejadian tersebut ke polsek Bandar Sribhawono” terang suarman

Dan Pada hari Kamis tanggal 03 Juni 2021 Lanjut Suarman kami memanggil terduga yang berinisial JE secara resmi untuK menghadap Guna di mintai keterangan namun terduga datang menghadap sore hari kira-kira sekitar jam 17 : 00 tetapi setelah di periksa terduga turut serta dalam perkara tersebut lalu pada Jam 22 : 00 wib terduga di amankan dengan melakukan Upaya Paksa terhadap terduga. dan saat ini terduga telah di amankan di Polsek Bandar Sribhawono berikut barang bukti berupa 1 (satu) Unit sepeda Motor Vega Z R warna Putih plat nomor D 5561 HY yang diduga sebagai alat sarana digunakan Pelaku pada saat melakukan Pencurian Dengan Kekerasan tersebut dan masih ada 2 (dua) pelaku lagi yang saat ini DPO dan sudah di ketahui identitasnya” tutup Suarman.

Aktivis sosial Lampung Timur, Edi Arsadad mengatakan tidak perlu risih dan melakukan pembelaan berlebihan kepada  Kanit Reskrim dan Kapolsek Bandar Sribhawono yang diduga telah memberikan penangguhan penahanan terhadap seorang tersangka pelaku kriminal C3/ Begal.
Seharusnya apa yang di tuduhkan dapat diklarifikasi dan di jelaskan secara gamblang. Atau bila memang ada kelalaian dalam menjalankan prosedur hukum acara pidana yang dilakukan oleh anggotanya dapat di perbaiki dan diluruskan.
“Tidak perlu berpolemik dan membuat alibi dengan berita berita pembenaran, masyarakat sekarang sudah lebih pintar menilai” ujar Edi di Lampung Timur.
Polisi adalah abdi masyarakat, ketika ada yang merasa kecewa tentunya harus dilayani dengan baik,
“Jangan pula langsung menyebut warga yang tak puas adalah musuh,  sebaliknya ketika ada ketidakpuasan masyarakat perbaiki kinerjanya” imbuh Edi.
Edi yang juga Ketua Ikatan wartawan Online (IWO) Lampung Timur meminta agar wartawan tidak asal terima rillis.
Menurutnya Wartawan harus mencari dan menggali fakta dengan sebenarnya,
“Turun ke lapangan, perbanyak narasumber jangan hanya mengandalkan rillis ” kata dia.
Ditambahkannya bahwa tidak semua rillis yang di kirim oleh individu, institusi atau lembaga itu sesuai fakta di lapangan, untuk itu harus ada cek dan ricek.
“Kebenaran berita itu apabila si wartawan sudah bertemu dan  mencatat keterangan dari para pihak, bukan hanya satu pihak” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Kanit Reskrim dan Kapolsek Bandar Sribhawono Akan Dilaporkan ke Propam.
Keduanya diduga telah memberikan penangguhan penahanan terhadap seorang tersangka pelaku Curas/Begal.
Belakangan pelaku ditangkap kembali dan Kapolsek membantah telah melepaskan tersangka.
(Andri/Toni)
862 views

Leave a Comment